kenapa ?

Posted: January 22, 2012 in Uncategorized

Dengan earphone di telinga, dengan lampu kamar yang sengaja saya matikan, dengan pikiran yang mencoba mengingat sekaligus melupakan kenangan, yang mencoba menciptakan bayangan baru, menciptakan babak baru, saya menulis ini…

Pernah ga sih kamu terjebak dalam penjara masa lalu ? penjara kenangan, penjara ingatan, kenangan yang semacam coretan spidol permanen yang ditorehkan ke whiteboard. Bisa hilang, tapi nggak gampang.

kenapa harus ada ‘prison of memories’ itu ? Yang memenjarakan kenangan yang seharusnya sudah entah di mana sekarang. Kenapa harus kenangan itu yang dipenjara ? Apa karena terlalu indah atau karena terlalu tragis untuk dibiarkan hilang dari ingatan ? Kenapa ?

Kenapa harus ada rasa gugup ? Kenapa harus ada rasa tidak percaya diri ? Kenapa ?

Kenapa mata itu, senyum itu, wajah itu terus sama indahnya dari waktu aku melihatmu beberapa tahun yang lalu, tapi hati kita tak sama lagi ? Kenapa ?

Kenapa baru sekarang aku bisa melihatmu sedekat ini, berbicara denganmu sedekat ini, tapi hati kita tidak sedekat dulu ? Kenapa ?

kenapa baru sekarang kau genggam erat lenganku dan kau sandarkan kepalamu di bahuku ketika kau dalam takutmu ? Kenapa bukan dulu waktu kita masih menangis dan tertawa bersama ? Kenapa ?

Kenapa harus ada penjara kenangan ini di kepalaku ? Kenapa semua kenangan bertahun-tahun lalu ini masih terasa seperti kemarin ? Kenapa ?

Kenapa kadang masih terus kupikirkan hal yang seharusnya tidak kupikirkan ini ? Kenapa ?

Kenapa kita tidak bersama ? Aku punya dua jawaban. Satu, karena dulu aku masih bodoh sekali ketika hati kita dekat. Aku tak kuat dekat-dekat denganmu. Dua, semesta bilang kita tidak cocok… atau mungkin karena aku sendiri yang merasa hati kita dekat ?

Entahlah, yang pasti ini bukan salahmu.
Dan mungkin salahku, yang terlalu takut, yang memenjarakan sendiri kenangan itu.

Aku harap kau tidak membaca ini dalam waktu dekat, karena lagi-lagi aku takut.
entah apa yang akan terjadi setelah ini, andai semesta mau menjawab.

8:58 PM, 22-1-2012

ulat bulu (2)

Posted: January 20, 2012 in Uncategorized

hahahahaha, by the way banyak yang protes soal “ulat bulu” yang pertama, nanggung banget katanya. sekarang gue tahu bagaiamana rasanya jadi sutradara sinetron (membuat kata “bersambung” ketika cerita nyaris mencapai klimaks) … :D

oke, lanjut yaaaaaaa :3

jadi setelah berjuang melawan aral yang melintang dan orang utan yang tidur-tiduran di jalan, gue pun sampai di ITB…

(buat yang belum baca ulat bulu 1 : gue ke itb mau ketemu kak viera yang nantinya bakal bawa gue jalan keliling itb)

dengan penuh peluh yang mengucur di wajah,dengan bulu kaki yang lebat dan keriting itu…. (ya, gue pakai celana pendek), dengan sweater yang sudah tidak di cuci 2 minggu, dengan tas ransel bulukan gue yang di dalamnya masih ada alat-alat mandi… gue menyesal, kenapa gue terburu-buru sekali. tapi semua sudah terlambat, gue sudah di sana dan tidak tahu cara balik ke kosan teman. ya, apa adanya saja lah…

“kak, aku udah di ITB nih…”
“bentar ya, gue sholat dulu…”

lalu gue pun muter-muter sendirian, kak Viera sempat bilang sama gue kalau kita ketemuan di gerbang depan aja,  “yang ada patung gajahnya”, katanya. Guepun dengan tingkat kesotoyan yang sangat tinggi berjalan lurus mencari patung gajah.. bukannya ketemu gue malah sampai di satu lembah, ada kolam dan beberapa pemancing ikan di sana. lembah itu hijau dan penuh dengan daun yang berguguran, gue yang sudah putus asa pun mencari tempat duduk… kalem, lihat pohon… kalem lagi, lihat orang mancing lagi, kalem lagi.. sampai akhirnya seseorang dengan alis mata yang tebal sekali dan seorang wanita berkerudung muncul.

“lo dimana ?”
“di sini.. deket kolam ikan kak..”
“hah ? kolam ikan ?”
“kakak sama yang pakai kerudung kan ?”
“iya…”
tidak, tidak ada adengan lari-lari dari jauh seperti di film india lalu berpelukan.

lanjut…

setelah bersalaman, dan tidak bersalaman dengan sepupunya kak Viera (Bunga), kita pun langsung move on. #sedaaaaaaaap

[gue tidak bersalaman dengan sepupunya kak Viera karena gue bukan muhrimnya, mehaueaheaueahu. :D ]

________________

hal pertama yang kak viera lakukan adalah membelikan gue cireng.
CIRENG BERBENTUK LOVE… onyoe banget ga sih ah ?
tapi aci goreng berbentuk love itu tidak bernasip baik, gue ga abis, lagi tidak nafsu makan…. *mulai menyesal*

buat informasi, kak Viera ini baik sekali, selain mengajak gue dan Bunga sepupunya itu tour keliling kampus impian kami,  dia juga selalu meneraktir kami……. cuma sekali gue berhasil membeli minum sendiri, itupun dengan alibi “mau pecahin duit buat naik angkot kak..”. *kayang*
______________

di bawah ini gue bakal membeberkan fakta seputar kak Viera… :3
______________

Kak Viera ini tipikal kakak-kakak girang, soalnya dia tidak pernah berhenti cengengesan dari pertama gue ketemu dia. dari sekitar jam 2 siang sampi sekitar jam 10 malam yang dia lakukan hanya cengengesan dan bernafas.. diselingi berbuat baik. :’)

Kak Viera juga tipikal wanita berdaya magnet tinggi, tidak, dia tidak menarik sendok dan garpu-garpu dengan badannya. terus kenapa dibilang magnet ded ? soalnya waktu kita keliling kampus, kak viera selalu menarik mata setiap lelaki yang lagi nongkrong di sana… ini serius. tapi kenapa dia masih menjomblo ya sampai sekarang ? hehehehehe :P

Kak Viera juga nyaris banget jadi anak gaul, dia punya poni yang kiyudh, berkawat gigi, tapi tidak ber-blekberi. sayang sekali… *tepuk-tepuk alis*

Kak Viera itu takut nyebrang ! (diduga punya pengalaman ditabrak ketika menyebrang jalan)

sebenarnya masih banyak, gue ga enak sama kak Viera kalau dibeberkan semua, nanti dia jadi tidak misterius lagi seperti dulu.. :P
________________
setelah puas berkeliling kampus kita pun makan di sekitaran ITB.
ngobrol..
dinyanyiin sama pengamen…
ngusir pengamen..
dengar pengamen..
ngamen… #eh

ga ding :P
jadi waktu kita makan, kak Viera mesen satu minuman yang namanya rada terlihat kontras di daftar menu…… kak viera yang memang suka dengan hal-hal aneh pun tanpa pikir panjang langsung memesannya.

*sayup-sayup terdengar suara desahan…*

iya bener, THE SEXIEST LADY… MAKE YOU.. EUGH “EUGH”EUGH….”
namanya terdengar sexy sekali.. :3

udah gitu minumannya gue duluan lagi yang minum, padahal punya kak Viera.. meheuaheaueaheaueah, tenang… pipetnya gue tuker yang baru kok :3

______________________

selesai makan, gue, Bunga dan Kak Viera muterin jalan di sekitar ITB, hujan-hujanan.. ketemu bencong di bawah pasopati, naik angkot… seru :3

“ded, lo mau balik ke kosan atau ke ITB gabung ama temen-temen gue ?”
“ikut kakak!”

setelah mengantar Bunga sepupunya kak Viera itu pulang ke kosan, jadilah gue dibawa kak Viera ke ITB pada malam hari , dengan diiringi cerita-cerita horror yang terus berkumandang di telinga yang kadang diselingi oleh kata-kata bersifat mem-bully gue T_T

dan yang bener aja, nonton kak Viera dan temennya ngumpul aja udah bikin gue takjub, cerita-cerita mereka rata-rata menggelikan… apalagi cerita kak Viera waktu di Italy dan main ke museum sex di belanda. wuh :)

ketakjuban gue ga berhenti sampai di situ…
setelah nongkrong tadi,  gue dan kak viera berpetualang malam-malam di ITB dipandu oleh salah satu teman baiknya (teman nebengnya katanya) yang bernama mas Yogi, dan dia ramah sekali, gue juga beruntung sekali… *menangis bahagia*

gue banyak diceritakan cerita-cerita keren di kampus ini, yang horror juga.. sampai akhirnya kita sampai di satu titik di tengah kampus ITB, namanya pusat gema, niscaya kalau kita berdiri di titik itu dan berteriak, suara kita bakal menggema kemana-mana, keren maksimal, itu yang bikin pasti nilai fisika nya A mulu.

“astaga !!!”
“kenapa Pe?”
“KOK GUE CANTIK BANGET SIH……?!”

*mati*

percaya ga percaya, monolog itu terus diteriakkan sama kak Viera tepat di pusat gema. menggelikan sekaligus menyenangkan :)

____________
setelah puas berkeliling dipandu dua orang dewasa yang jiwa mudanya tidak mati itu, gue pun menyusul teman-teman gue yang lagi pada main billiard di dago plaza..

yang paling menyentuh dari perjalanan ini ya di sini.
karena takut gue hilang lagi dan kesasar lagi, kak Viera ditemani temannya nganterin gue nyari angkot.. kita nyebrang bareng-bareng… (biasa aja kali ded..) angkotnya juga dicariin.. tinggal dibayarin aja gue udah berasa anak raja.

entah kak viera ingat atau ngga dia tapi mengucapkan ini,dan yang pasti gue inget, “ini adek gue banget nih Yog…. ga mau gue dia kenapa-napa, masa tadi pagi dia kesasar di gede bage.. ” kyaaaaaaa ! so-sweet sekali kakak ! :D

lalu gue pun sampai di dago plaza dengan kendaraan angkot dan gabung dengan teman-teman gue di sana yang lagi pada main billiard. euh..

____________________

“gila lo ded, si kakak udah sebaik itu ga lo bales apa-apa ?”
“tunggu dulu.. tunggu dulu….”

dari Batam gue sudah menyiapkan budget buat biayin trip ini, serius deh.
tapi kak Viera itu gigih dan pantang menyerah dalam meneraktir orang.

“lo masuk ITB dulu ded, baru neraktir gue….”
“siap kak !”

gue senang. banget. kak Viera ngomong begitu… karena nambah lagi daftar “kenapa saya harus masuk ITB” versi gue. selain ingin menggapai dan memulai cita-cita dari Kampus Gajah itu.. gue juga harus bisa masuk sana biar bisa neraktirin kak Viera. :)

gue janji… gue harus masuk ITB dan neraktirin kak Viera.
semoga Tuhan ngasih jalan, amin. :)

dan beberapa hari ke depan gue bakal daftar buat SNMPTN Undangan, mohon banget ya doanya biar dilancarkan dan bisa tembus ke ITB via jalur undangan ini, amen :’)

harapan beberapa bulan ke depan….
“eh, kenal Dedy ga ? anak FTSL… “
“itu akuuuuuuuu ! :)

Selamat Sore! :)

________
terimakasih kak Viera yang alisnya seperti ulat bulu dari afrika, termakasih mas Yogi, terimakasih Syamsul Haris teman sepermainan saya yang sekarang sudah jadi anak FTMD ITB yang gue berantakin kamar kosannya dan rela gue susahin selama beberapa hari, Tuhan baik sekali memberikan gue orang-orang seperti kalian untuk dikenal. :)

semoga sekarang giliran gue untuk masuk ITB, bergabung dengan orang-orang yang gue sebutkan namanya di atas itu, amin.

terimakasih Tuhan untuk hidup yang ajaib ini, yang jauh lebih indah dari yang bisa saya sendiri bayangkan :’)

ulat bulu

Posted: January 13, 2012 in Uncategorized

hari ini di sekolah gue kejatuhan ulat bulu, yak….  tepat aja gitu di belakang leher , gue kira itu semut yang biasa jatuh dari pohon besar di taman sekolah ini, rupanya itu ulat bulu. *sigh

ulat bulu yang malang itu, penyet dan mati karena gue tekan dengan semena-mena (ya, karena gue kira semut), tetapi gue lebih malang lagi, tangan gue gatal disko setelah menyentuh ulat bulu genit itu. maaf ulat bulu !

ngomong-ngomong soal ulat bulu, gue punya teman (atau kakak ) yang punya alis mata seperti ulat bulu :3

yeah, that was a long long way to meet her…

here we go!

berangkat dari batam ke jogja, gue pun berangkat lagi dari Magelang ke bandung menggunakan PO. Bandung Express.

ada cerita mengerikan dari perjalanan ini, gue naik Bus kelas executive dan ketika subuh datang, AC di bus dimatikan, jendela di buka, sialnya lagi gue duduk paling belakang di dekat toilet. *sigh

sampai di Bandung, gue dan teman-teman seperjalanan turun di Gede Bage, entah di mananya Bandung, yang pasti setelah dari sana gue di bawa ke cimahi sama keluarganya temen gue yang ada di Bandung.

gue senang sekali saat itu, secara sudah impian gue untuk ke Bandung dan kuliah di sana, ditambah lagi, teman gue (yang entah gimana caranya kenapa kita bisa temenan) mau bertemu dan mengajak gue mengitari kampus impian gue di Bandung, yang juga kampusnya dia dulu. senyum gue terus mengembang dari Magelang, “it will be great…!”, kata gue dalam hati.

sampai di Cimahi, gue terkejut, internet HP gue ga jalan di sana, sekalinya bisa jalan gue langsung check GPS dan menemukan bahwa gue jauh sekali dari pusat kota bandung, gue mau nangis saat itu.

berpikir keras gimana caranya ke ITB dan bertemu kak Viera, gue pun memberanikan diri bertanya bagaimana caranya ke ITB naik angkot dari cimahi.

“Bu, maaf, boleh nanya ga ?”, tanya gue kepada Ibu teman gue
“iya Jang, boleeeeeeh,  kenapa atuh ?”, nama gue Ujang di Cimahi sana, gaul.
“ehm, cara naik angkot dari sini ke ITB gimana ya Bu ?”
“eeeeeetah si Ujang mah, kamu mau naik angkot sendirian ? gak boleh !”
“………………….”, gue mau mati saat itu.
“bukannya kenapa ya Jang, tapi di sini kamu tanggung jawab Ibu, kalau kamu hilang gimana ibu mau ngomong apa ke orang tua kamu di Batam..”

gue menghela napas, gue mengerti betul apa maksud Ibu.

“kita hari ini mau ke puncak loh jang, nanti teh ya itu jalan mau ke puncak mau di tutup jam 5 sore… itu supir kita punya saudara polisi, dia dapet info dari saudaranya…”

(itu tanggal 30, gue barusan telfonan sama kak Viera dan si kakak bilang besok baru ditutup, gue sempat gondok)

“tapi bu saya mau ketemu teman saya, dia di bandung cuma hari ini sama besok, saya berangkat sekarang terus nanti pas mau ke puncak saya nunggu Ibu di satu jalan yang mengarah ke puncak deh…”

si Ibu berpikir lama, lalu dia menyuruh gue makan dulu lalu mandi, baru gue akan diantarkan ke Bandung Kota. Gue pun mandi dengan sangat bahagia, tidak peduli semalaman tidak tidur di Bus, tidak peduli entah gue akan berakhir selamat di Bandung nanti atau apa, ya.. gue tidak peduli apa-apa.

setelah gue mandi, gue di suruh turun dari lantai atas, kita semua rapat di ruang tengah saat itu, gue pusing maksimal, semua rencana yang teman-teman gue mau dan Ibu rencanakan jauh sekali dari rencana gue, Cimahi juga jauh dari dugaan gue , gue kira cimahi ada di dekat kota.

kalau dilihat dari hasil perundingan tadi, jelas gue hanya punya satu pilihan, yaitu ikut mereka semua ke puncak dan lembang, karena gue udah bayar uang patungan untuk sewa mobil dan supir.

gue kembali menghela napas, padahal tadi gue udah nelfon Kak Viera kalau gue bisa datang, gue udah excited abis…….tapi tadi.

sesaat gue teringat kembali tujuan gue ke bandung, bukan untuk jalan-jalan tetapi untuk melihat apa yang gue kejar, melihat ITB, sekaligus menggali informasi sekitar harga tempat kos dan kebutuhan di sini. bukan ke puncak atau lembang.

tanpa berpikir panjang, gue langsung memutuskan untuk pisah dari teman-teman gue ini dan lepas dari tanggung jawab si Ibu teman itu, gue ambil semua baju gue yang udah masuk mesin cuci, gue peres, gue masukin pelastik lalu masukin koper dan dilanjutkan dengan menghubungi teman gue yang berdomisili di Bandung dan juga berkuliah di ITB, gue meminta kerelaan dia untuk disusahkan selama beberapa hari ini, gue mau numpang di kosannya.

“it will be more than great…”,kata gue ketika sudah di dalam mobil sewaan dan bersiap menuju kosan teman gue di cisitu lama, bandung.

kenapa begitu ? soalnya selain gue bisa keliling ITB lebih mudah, gue bisa sekalian merasakan bagaiamana rasanya jadi anak kos. keuntungan double.


gue tidak peduli dengan uang yang sudah gue bayarkan untuk sewa mobil dan supir, gue sadar betul dengan keputusan gue saat itu, dan gue ga pernah menyesalinya, sampai sekarang, itu keputusan super keren ! :D

sampai di Cisitu Lama, teman gue keluar dari kosannya menjemput gue.

“titip si Ujang ya nak…”, kata si Ibu kepada teman gue
“oh oke, siap buuuuu….” kata teman gue

sepertinya si Ibu shock dengan keadaan teman gue yang urak-urakan dengan rambut yang gondrong dan tidak disisir. gue tertawa dalam hati.
_______________________________________

setelah meletakkan koper, masih dengan celana pendek dan sweater yang udah ga dicuci dari Batam kemarin, yang udah gue bawa keliling magelang-jogja-prambanan juga batam, gue pun bergegas ke ITB.

gue langsung diajarin naik angkot sama teman gue Syamsul, dengan nekat dan tanpa persiapan sama sekali gue pun berangkat, gue diturunin entah dimana sama abang angkot… modal gambling aja gitu memilih jalan dan akhirnya masuk juga melalui gerbang belakang ITB. :)

“ma, aku di ITB ma… “, kata gue dalam hati.
kalau lihat gue saat itu, gue mungkin mengalahkan kuda yang sedang nyengir.
gue nyengir lebar banget.

dan akhirnya tempat ketemuan dengan kak Viera disusun ulang.
mau gue ceritain di sini juga gimana jalan-jalan kita yang absurd itu ?
nanti aja ya :P
post ini udah kepanjangan….

ulat bulu 2 mungkin bakal gue post besok atau besok-besok :P
selamat sore :)

magelang (1)

Posted: January 8, 2012 in Uncategorized

here we go… :)

   Magelang – Kota Harapan :)

kenapa magelang dulu ded ?

Karena semua perjalanan gue di jawa tengah dimulai dari magelang, sebelumnya gue mau ngasih tahu dulu kalau gue berkelana di jawa tengah ini bersama teman-teman sekolah gue, jadi kami ber-8 (setelah) di tambah seorang adik teman. Iya, kami bisa membentuk semacam boy/girl-band.

Jadi berdelapan itu terdiri dari gue, Manti (kembar), Rocky, Andi, Berlianata, Adiknya Berlianata, dan Deny.

di magelang, kami tinggal di rumah mbahnya Duo Manti (mereka kembar dan bukan penyanyi), tepatnya di Armada Estate.. (kali ada yang tahu..)

Pertama sampai di sana, hal yang pertama gue lakukan adalah mandi, dan hal kedua yang gue lakukan adalah kedinginan, soalnya air di sana dingin banget, dan itu jam 9 malem. Kalau mau tahu hal ketiga yang gue lakukan, gue mandi minyak kayu putih. *kalem*

Tak mau menyia-nyiakan waktu, setelah mandi, dengan mobil kijang versi lama punya keluarga Manti di Magelang, kamipun keluar rumah untuk makan malam… Dimana adik sepupunya manti yang masih kecil pada ikut (kita makan nasi uduk hijau, semacam mendukung gerakan go green), lalu di lanjutkan dengan nekat ke alun-alun yang kala itu disupiri oleh Andi si G40L.

Buat informasi.. Andi ini tipikal ABG classy, yang setiap naik pesawat selalu duduk di bussines class , ga mau keluar kalau ga pakai mobil dan berlaku seperti vampire… Iya, dia takut cahaya matahari. Dia anak jakarta selatan dan mobilnya bukan mobil biasa, jadilah ketika membawa mobil jadul ini rasanya mobil seperti akan terbang ke neraka, dengan penumpang yang penuh sesak dia memacu mobil tua itu bagaikan BMW edisi sportnya yang biasa dia kemudikan di jakarta sana. Syukurnya kami semua sampai dengan selamat di alun-alun magelang (tapi dengan bekal martabak yang jatuh ke berserakan).

alun-alun magelang tidak sebesar alun-alun engku putri di Batam, apalagi sebesar Monumen Nasional di Jakarta.

Dan di alun-alun magelang ada menara air, gue masih bingung apa gunanya diletakkan di alun-alun (ya, selain menampung air.. ) Lagipula kan ada DAM, mungkin ada anak magelang yang baca ini dan bisa menceritakan sejarahnya kepada gue ? :P

(menara air di alun-alun magelang)

Di sana juga ada patung kuda dengan seseorang yang menungganginya, karena bingung akhirnya gue pun bertanya kepada adik sepupunya Manti yang medok abis itu, dia, Bagas, yang masih SD pun menyatakan bahwa itu adalah Pangeran Diponegoro, katanya dia pernah ditangkap di magelang, di samping monumen itu juga ada dinding penuh dengan ukiran yang berisi kisah pangeran diponegoro ditangkap di Magelang, sayang udah malem, jadi tidak terlalu jelas untuk di foto ataupun dilihat.

dan dengan di pandu Bagas sepupunya Manti yang masih SD, kitapun balik ke rumah yang kali ini mobil disupiri oleh Rocky, lalu  beristirahat untuk perjalanan ke candi prambanan dan jogjakarta esok harinya :)

Sebenarnya masih banyak cerita tentang magelang untuk diceritakan, gue tahan dulu ya, setelah cerita tentang candi prambanan dan Jogjakarta baru deh magelang lagi :P


18 / eighteen / delapanbelas

Posted: January 6, 2012 in Uncategorized

so, here I am.. 18!

gue jadi inget ulang tahun ke-17 gue, mama ga inget, bokap juga…
gue langsung frustasi tingkat tinggi, numbukin tembok kamar sampai tangan berdarah, kebut-kebutan di jalan raya sambil nangis (ini serius deh), nendangin pintu kamar sampai rusak, ngerusak cat kamar.. yeah, fucking crazy kid ! :P

besoknya setelah hari ulang tahun gue, mama beli kue, iya…
mungkin mama baru inget. ini resiko gue sebagai anak yang kedua orangtuanya bekerja mencari nafkah. seharusnya gue lebih bijak saat itu, tapi tak apalah, ada yang bisa dikenang dan dibagikan sebagai pelajaran :)

jadi menurut gue umur 17 itu masa transisi dari anak-anak menjadi tidak anak-anak, gue menyadari apa yang salah dengan gue di ujung umur 17 tahun ini, gue pergi berkelana ke berbagai tempat baru di ujung 17 ini, banyak pelajaran yang gue petik di 17 ini..

kaya gini nih, di jakarta kemarin gue keluar dengan teman-teman saudara gue yang umurnya sudah 20an mungkin nyaris 30 tahun, di dalam mobil mereka merokok meskipun AC-nya hidup, di dalam mobil mereka minum minuman keras, di dalam mobil mereka berbicara tentang hal-hal kotor, gue langsung sadar kalau umur bukanlah ukuran kedewasaan seseorang.

jadi lo dewasa ded ? ya ga juga, gue sering bego kok :)

dan seperti pertambahan umur yang kemarin, gue hanya menaikkan harapan.

gue harap di umur yang semakin bertambah ini, tinggi gue juga bertambah. amin.
gue makin lihai dalam memetik makna dalam setiap pristiwa. amin.
gue menjadi gue, bukan menjadi dia atau dia. amin.
gue tembus FTSL ITB terus neraktirin kak Viera yang keindahan alisnya tak diragukan lagi. amin.

yoi, manusia hidup dari harapan! :)

Terimakasih Tuhan untuk waktu yang Kau beri,semua itu lebih dari kue ulang tahun dan ucapan selamat karena sudah berumur 17tahun, aku yang terlalu sentimental sebagai manusia :’)

I am ready for 18!
cemungudh! :)

magelang-jogjakarta (pemanasan)

Posted: January 5, 2012 in Uncategorized

26 Desember 2011, setelah natal, gue langsung berangkat ke Jogjakarta…
berbekal uang dan pesan, “jalan-jalan yang benar!” dari bokap, guepun berangkat ke Bandara Hang Nadim.

jadi gue naik pesawat, iya.. keren kan ? :P
di dalam pesawat, gue duduk di sebelah seorang Mbah yang ramah..
tapi si Mbah menurut gue agak classy, waktu dikasih air mineral sama mbak pramugari yang cantik itu dia nolak, “bukan Aqua ya nak ? ah, Mbah ga mau “

gue sih bersyukur, soalnya ada beberapa penerbangan seperti Lion Air yang malah ga ngasih apa-apa ke penumpangnya, si Mbah malah nolak… gue maklum.

di tengah perjalanan ke Jogja, si Mbah yang duduk ditengah ngobrol dengan orang yang di sebelah kanannya (gue di sebelah kiri), kira-kira begini kata si Mbah, “Orang Batak itu jahat-jahat ya, kasar-kasar, blablabla…”

di dalam hati gue udah jejeritan, “mbah, saya orang batak mbah!”
gue sering banget mengalami ini, nanti kalau gue bilang “eh, gue orang Batak loh…” pasti yang ngomong kaya tadi itu pada malu banget :P
jadi, gue memilih diam saja :)

sebelum turun dari pesawat si mbah doain gue, katanya “semoga selamat-selamat ya nak, sehat, panjang umur…”, gue cengengesan sambil bilang amin, semoga si Mbah itu sehat dan panjang umur, amin.

sampai di Jogja, temen gue bilang jalanan macet dan ga bisa jemput ke Bandara, akhirnya gue putuskan naik taxi (yang sebenarnya bukan taxi) ke terminal jombor dari Bandara, di terminal jombor itulah teman gue menjemput.

harganya mengerikan abis untuk jarak yang gue tempuh, gue baru tahu kalau mau asik ya keluar dulu dari komplek bandara terus cari taxi yang berargo. #moralofthestory


itu dia terminal jombor…
di bawah ini jalanan sekitar jombor.

yang di bawah, itu gue yang baru aja turun dari taxi dan ke-senang-an..
senyum mesum itu… argh!

jadi sampai sini aja ya, soalnya abis sampai di jombor gue digeret ke magelang sama temen-temen gue, magelang akan gue ceritakan dalam satu postingan :)

kasih judul apa ya ?

Posted: January 5, 2012 in Uncategorized

“Pa, minta uang ya beli tiket pesawat.. aku mau ke Jogja, Bandung dan Jakarta , boleh ga ? “
” tanya lah sana sama mamakmu dulu.. “
” Mama udah  bilang iya Pa…”
” yasudalah kalau begitu, nanti Ku ambil, mau nagapain memang Kau ke sana ?”
” lihat tempat kuliah Pa… “

dan dimulailah perjalanan absurd gue menyusuri tiga kota itu dan bertemu orang-orang ajaib :)

tiap postingan bakal ceritain satu tempat yang gue kunjungi, jadi tunggu aja ya.. ini semacam teaser doang ah :D

Selamat Tahun Baru 2012 :)