hahahahaha, by the way banyak yang protes soal “ulat bulu” yang pertama, nanggung banget katanya. sekarang gue tahu bagaiamana rasanya jadi sutradara sinetron (membuat kata “bersambung” ketika cerita nyaris mencapai klimaks) …
oke, lanjut yaaaaaaa :3
jadi setelah berjuang melawan aral yang melintang dan orang utan yang tidur-tiduran di jalan, gue pun sampai di ITB…
(buat yang belum baca ulat bulu 1 : gue ke itb mau ketemu kak viera yang nantinya bakal bawa gue jalan keliling itb)
dengan penuh peluh yang mengucur di wajah,dengan bulu kaki yang lebat dan keriting itu…. (ya, gue pakai celana pendek), dengan sweater yang sudah tidak di cuci 2 minggu, dengan tas ransel bulukan gue yang di dalamnya masih ada alat-alat mandi… gue menyesal, kenapa gue terburu-buru sekali. tapi semua sudah terlambat, gue sudah di sana dan tidak tahu cara balik ke kosan teman. ya, apa adanya saja lah…
“kak, aku udah di ITB nih…”
“bentar ya, gue sholat dulu…”
lalu gue pun muter-muter sendirian, kak Viera sempat bilang sama gue kalau kita ketemuan di gerbang depan aja, “yang ada patung gajahnya”, katanya. Guepun dengan tingkat kesotoyan yang sangat tinggi berjalan lurus mencari patung gajah.. bukannya ketemu gue malah sampai di satu lembah, ada kolam dan beberapa pemancing ikan di sana. lembah itu hijau dan penuh dengan daun yang berguguran, gue yang sudah putus asa pun mencari tempat duduk… kalem, lihat pohon… kalem lagi, lihat orang mancing lagi, kalem lagi.. sampai akhirnya seseorang dengan alis mata yang tebal sekali dan seorang wanita berkerudung muncul.
“lo dimana ?”
“di sini.. deket kolam ikan kak..”
“hah ? kolam ikan ?”
“kakak sama yang pakai kerudung kan ?”
“iya…”
tidak, tidak ada adengan lari-lari dari jauh seperti di film india lalu berpelukan.
lanjut…
setelah bersalaman, dan tidak bersalaman dengan sepupunya kak Viera (Bunga), kita pun langsung move on. #sedaaaaaaaap
[gue tidak bersalaman dengan sepupunya kak Viera karena gue bukan muhrimnya, mehaueaheaueahu.
]
________________
hal pertama yang kak viera lakukan adalah membelikan gue cireng.
CIRENG BERBENTUK LOVE… onyoe banget ga sih ah ?
tapi aci goreng berbentuk love itu tidak bernasip baik, gue ga abis, lagi tidak nafsu makan…. *mulai menyesal*
buat informasi, kak Viera ini baik sekali, selain mengajak gue dan Bunga sepupunya itu tour keliling kampus impian kami, dia juga selalu meneraktir kami……. cuma sekali gue berhasil membeli minum sendiri, itupun dengan alibi “mau pecahin duit buat naik angkot kak..”. *kayang*
______________
di bawah ini gue bakal membeberkan fakta seputar kak Viera… :3
______________
Kak Viera ini tipikal kakak-kakak girang, soalnya dia tidak pernah berhenti cengengesan dari pertama gue ketemu dia. dari sekitar jam 2 siang sampi sekitar jam 10 malam yang dia lakukan hanya cengengesan dan bernafas.. diselingi berbuat baik. :’)
Kak Viera juga tipikal wanita berdaya magnet tinggi, tidak, dia tidak menarik sendok dan garpu-garpu dengan badannya. terus kenapa dibilang magnet ded ? soalnya waktu kita keliling kampus, kak viera selalu menarik mata setiap lelaki yang lagi nongkrong di sana… ini serius. tapi kenapa dia masih menjomblo ya sampai sekarang ? hehehehehe
Kak Viera juga nyaris banget jadi anak gaul, dia punya poni yang kiyudh, berkawat gigi, tapi tidak ber-blekberi. sayang sekali… *tepuk-tepuk alis*
Kak Viera itu takut nyebrang ! (diduga punya pengalaman ditabrak ketika menyebrang jalan)
sebenarnya masih banyak, gue ga enak sama kak Viera kalau dibeberkan semua, nanti dia jadi tidak misterius lagi seperti dulu.. 
________________
setelah puas berkeliling kampus kita pun makan di sekitaran ITB.
ngobrol..
dinyanyiin sama pengamen…
ngusir pengamen..
dengar pengamen..
ngamen… #eh
ga ding 
jadi waktu kita makan, kak Viera mesen satu minuman yang namanya rada terlihat kontras di daftar menu…… kak viera yang memang suka dengan hal-hal aneh pun tanpa pikir panjang langsung memesannya.

*sayup-sayup terdengar suara desahan…*
iya bener, THE SEXIEST LADY… MAKE YOU.. EUGH “EUGH”EUGH….”
namanya terdengar sexy sekali.. :3
udah gitu minumannya gue duluan lagi yang minum, padahal punya kak Viera.. meheuaheaueaheaueah, tenang… pipetnya gue tuker yang baru kok :3
______________________
selesai makan, gue, Bunga dan Kak Viera muterin jalan di sekitar ITB, hujan-hujanan.. ketemu bencong di bawah pasopati, naik angkot… seru :3
“ded, lo mau balik ke kosan atau ke ITB gabung ama temen-temen gue ?”
“ikut kakak!”
setelah mengantar Bunga sepupunya kak Viera itu pulang ke kosan, jadilah gue dibawa kak Viera ke ITB pada malam hari , dengan diiringi cerita-cerita horror yang terus berkumandang di telinga yang kadang diselingi oleh kata-kata bersifat mem-bully gue T_T
dan yang bener aja, nonton kak Viera dan temennya ngumpul aja udah bikin gue takjub, cerita-cerita mereka rata-rata menggelikan… apalagi cerita kak Viera waktu di Italy dan main ke museum sex di belanda. wuh
ketakjuban gue ga berhenti sampai di situ…
setelah nongkrong tadi, gue dan kak viera berpetualang malam-malam di ITB dipandu oleh salah satu teman baiknya (teman nebengnya katanya) yang bernama mas Yogi, dan dia ramah sekali, gue juga beruntung sekali… *menangis bahagia*
gue banyak diceritakan cerita-cerita keren di kampus ini, yang horror juga.. sampai akhirnya kita sampai di satu titik di tengah kampus ITB, namanya pusat gema, niscaya kalau kita berdiri di titik itu dan berteriak, suara kita bakal menggema kemana-mana, keren maksimal, itu yang bikin pasti nilai fisika nya A mulu.
“astaga !!!”
“kenapa Pe?”
“KOK GUE CANTIK BANGET SIH……?!”
*mati*
percaya ga percaya, monolog itu terus diteriakkan sama kak Viera tepat di pusat gema. menggelikan sekaligus menyenangkan
____________
setelah puas berkeliling dipandu dua orang dewasa yang jiwa mudanya tidak mati itu, gue pun menyusul teman-teman gue yang lagi pada main billiard di dago plaza..
yang paling menyentuh dari perjalanan ini ya di sini.
karena takut gue hilang lagi dan kesasar lagi, kak Viera ditemani temannya nganterin gue nyari angkot.. kita nyebrang bareng-bareng… (biasa aja kali ded..) angkotnya juga dicariin.. tinggal dibayarin aja gue udah berasa anak raja.
entah kak viera ingat atau ngga dia tapi mengucapkan ini,dan yang pasti gue inget, “ini adek gue banget nih Yog…. ga mau gue dia kenapa-napa, masa tadi pagi dia kesasar di gede bage.. ” kyaaaaaaa ! so-sweet sekali kakak !
lalu gue pun sampai di dago plaza dengan kendaraan angkot dan gabung dengan teman-teman gue di sana yang lagi pada main billiard. euh..
____________________
“gila lo ded, si kakak udah sebaik itu ga lo bales apa-apa ?”
“tunggu dulu.. tunggu dulu….”
dari Batam gue sudah menyiapkan budget buat biayin trip ini, serius deh.
tapi kak Viera itu gigih dan pantang menyerah dalam meneraktir orang.
“lo masuk ITB dulu ded, baru neraktir gue….”
“siap kak !”
gue senang. banget. kak Viera ngomong begitu… karena nambah lagi daftar “kenapa saya harus masuk ITB” versi gue. selain ingin menggapai dan memulai cita-cita dari Kampus Gajah itu.. gue juga harus bisa masuk sana biar bisa neraktirin kak Viera.
gue janji… gue harus masuk ITB dan neraktirin kak Viera.
semoga Tuhan ngasih jalan, amin.
dan beberapa hari ke depan gue bakal daftar buat SNMPTN Undangan, mohon banget ya doanya biar dilancarkan dan bisa tembus ke ITB via jalur undangan ini, amen :’)
harapan beberapa bulan ke depan….
“eh, kenal Dedy ga ? anak FTSL… “
“itu akuuuuuuuu !
“
Selamat Sore!
________
terimakasih kak Viera yang alisnya seperti ulat bulu dari afrika, termakasih mas Yogi, terimakasih Syamsul Haris teman sepermainan saya yang sekarang sudah jadi anak FTMD ITB yang gue berantakin kamar kosannya dan rela gue susahin selama beberapa hari, Tuhan baik sekali memberikan gue orang-orang seperti kalian untuk dikenal.
semoga sekarang giliran gue untuk masuk ITB, bergabung dengan orang-orang yang gue sebutkan namanya di atas itu, amin.
terimakasih Tuhan untuk hidup yang ajaib ini, yang jauh lebih indah dari yang bisa saya sendiri bayangkan :’)